Todung Kritik Gaya Hidup Pengacara yang Hedonis dan Komersil

Todung Kritik Gaya Hidup Pengacara yang Hedonis dan Komersil

- detikNews
Kamis, 09 Jun 2011 15:37 WIB
Jakarta - Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) mengkritik gaya hidup pengacara yang makin hedonis dan komersil. Menurut Ketua Umum Ikadin Todung Mulya Lubis, sikap tersebut dapat menjatuhkan citra dan martabat advokat atau pengacara di mata masyarakat.

Hal itu dinyatakan oleh Todung usai terpilih memimpin Ikadin periode 2011-2016 dalam Munas Ikadin di Hotel Manhattan, Jl Satrio, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2011).

โ€œKami melihat ada yang hilang dari advokat. Makin hedonis, makin komersial, makin tidak etis makin tidak bermoral. Kami ingin mengembalikan martabat, menegakkan hukum dan memperbaiki citra advokat,โ€œ kata Todung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu dia mengusulkan 5 persen dividen (keuntungan) dan waktu advokat untuk kerja-kerja sosial, membantu masyarakat miskin yang terjerat hukum.

โ€œMenjadi advokat bukan kerja di awang-awang. Harus menginjak bumi. Harus punya fungsi sosial, melakukan tugas sosial untuk mereka yang tidak mampu. Atau advokat menyediakan 5 persen dividen untuk zakat profesional hukum yang dilakukan. Menyediakan 5 persen waktunya untuk masyarakat,โ€œ tandas Todung.

(Ari/lrn)


Berita Terkait