"Kamu jangan ngomong iparnya Pak SBY. Di AD tidak mengenal ipar mengipar," tegas KSAD Jend. George Toisutta usai membuka PORAD ke VII di Kodam V Brawijaya, Kamis (9/6/2011).
Dia menegaskan, proses pemilihan dan penentuan calon KSAD dilakukan secara profesional. Yang menjadi dasar pertimbangan adalah jenjang kepangkatan dan kapabilitas masing-masing kandidat, bukan masalah hubungan kekerabatan yang bersangkutan dengan pejabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Pangdam V Brawijaya ini manambahkan, semua perwira tinggi yang dimajukan sebagai bakal calon penggantinya dinilai prestasinya sejak berpangkat letnan dua hingga letnan jenderal. "Memulai masa penugasan yang panjang berarti dia punya pengalaman yang bagus, wawasan yang bagus," pungkasnya.
Bakal calon KSAD yang diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Presiden SBY adalah Letjen Pramono. Karirnya mulai moncer sejak bertugas sebagai ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri, lalu berlanjut menjadi Wadanjen Kopassus, Danjen Kopassus, pangdam III Siliwangi dan akhirnya Pangkostrad.
(bdh/lh)











































