Hal itu diungkapkan Ketua Umum Ikadin yang baru terpilih, Todung Mulya Lubis di Hotel Manhattan, Jl Satrio, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2011).
“Mengenai itu, kami melihat ada suplai ada demand. Kami tidak menutup mata. Ada hakim Syarifudin yang menerima suap. Itu baru demand. Ada suplai yang harus diusut. Ada yang harus diberantas,“ kata Todung usai Munas Ikadin tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami mendorong pemerintah menindak tindak pidana korupsi. Kepada KPK untuk menangkap lebih lanjut advokat yang nakal. Kami tidak menafikan, profesi ini bermain dalam lalu-lintas hukum yang koruptif. Kami tidak membantah ada saja yang ikut bermain. Tapi kami berkomitmen untuk membangun advokat yang bersih,“ tandas Todung.
(Ari/lrn)










































