"160 orang terjaring," ujar Kasudin Dukcapil Ahmad Fauzi kepada wartawan di Kelurahan Kapuk, Kamis (9/6/2011).
Operasi digelar serentak di RW 3,11, 12 dan 16. Mereka yang terjaring umumnya para pendatang yang bekerja di berbagai home industri dan pabrik-pabrik yang banyak tersebar di sekitar Cengkareng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahmad, operasi seperti ini biasa dilakukan 2 kali sebelum lebaran dan 3 kali setelah lebaran. Sudah menjadi kebiasaan kota-kota besar akan diserbu para pendatang untuk mengadu nasib. Namun sayang banyak yang datang tidak memiliki kemampuan.
"Jangan datang malah menggelandang di Jakarta," imbuhnya.
Dia juga meminta agar para pendatang mengikuti aturan yang ada di Jakarta. Sebelum dilakukan operasi kependudukan, kata Ahmad, Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu.
"Jakarta bukan kota tertutup. Tapi tolong ikuti aturan yang ada," Pinta Ahmad.
Mereka yang terjaring selanjutnya harus menjalani sidang tindak pidana ringan di kelurahan. Nuning asal Kebumen misalnya mengakui tidak memiliki tanda pengenal Jakarta. "KTP saya masih dari kota asal," ungkapnya.
(did/lh)











































