Perilaku Sungkan dan Senioritas Perumit Penanganan Kemacetan

Perilaku Sungkan dan Senioritas Perumit Penanganan Kemacetan

- detikNews
Kamis, 09 Jun 2011 11:46 WIB
Perilaku Sungkan dan Senioritas Perumit Penanganan Kemacetan
Jakarta - Bukan menjadi rahasia lagi sistem birokrasi pemerintah terkadang mempersulit niat baik kebijakan untuk masyarakat. Begitu pula kebijakan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah DKI Jakarta .

"Mengatasi kemacetan sudah susah ditambah birokrasi yang feodal jadi semakin susah," kata Koordinator Transportasi Jabodetabek Kuntoro Mangkusubroto.

Hal itu disampaikan dalam temu unsur Dewan Transportasi Kota Jakarta yang bertajuk 'Apa Kabar 17 Langkah Penyelesaian Kemacetan Kota Jakarta'. Acara berlangsung di hotel Menara Peninsula, Jl Letjend S Parman, Jakarta, Kamis (9/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil evaluasi, koordinasi menjadi rumit karena pejabat di tingkat bawah yang mengerti persoalan kemacetan sungkan terhadap atasannya dan pejabat kementerian lain. Padahal menurutnya, semua pihak harus terlibat tanpa melihat gengsi jabatan seseorang.

"Pejabat tinggi tidak tahu persoalannya seperti apa dan bawahannya yang mengerti justru takut untuk menyampaikan. Yang berkoordinasi tidak berotoritas dan yang berotoritas tidak (bersedia) koordinasi," kritiknya.

Kuntoro juga menyayangkan sudah banyak rencana untuk mengatasi kemacetan tapi tidak ada pelaksanaan. Hanya diperlukan kemauan dan eksekusi untuk mewujudkan lalu lintas yang lancar aman dan nyaman.

"Tak lupa diperlukan partisipasi publik untuk mengevaluasi dan mengkritik kinerja pemerintah. Kalau tidak, sampai kapan-kapan macet ini baru bisa diatasi," tutupnya.

(feb/lh)


Berita Terkait