"Saya kira enggak besar," tutur Pramono.
Hal ini disampaikan Pramono kepada detikcom, Kamis (9/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya sah-sah saja orang mendukung siapapun. Tetapi tentunya masyarakat belajar dari proses yang lalu, apapun demokrasi sekarang ini lebih baik," tuturnya.
Terlebih, menurut Pramono, rakyat masih ingat betul dengan sejarah pemerintahan ayahanda Tommy, mantan Presiden Soeharto. Karena inilah, peluang Tommy menggaet hati rakyat makin kecil.
"Jadi saya tidak melihat sebagai ancaman. Apalagi banyak persoalan hak asasi manusia yang belum selesai," terangnya.
Sejumlah partai kecil seperti Partai Nasional Republik dan Partai Buruh, kembali mengadu nasib mendaftar pemilu 2014. Dua partai ini mengusung Tommy Soeharto sebagai capres. Apakah nama Tommy akan mendongkrak perolehan suara dua partai ini?
(van/gah)











































