"Ya selama ini, itu (teror) saya alami," kata Rustriningsih melalui ponsel, Rabu (8/6/2011) petang.
Namun, Rustri, panggilan Rustriningsih, tidak bisa memastikan apakah paket berisi boneka dengan darah mengering itu, teror atau bukan. Ia menilai bisa saja hal itu iseng belaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Bupati Kebumen ini mengaku, sebelum dan sesudah mendapat paket, dirinya tidak menerima 'teror' lain seperti sms, telepon, atau yang lain. Sebab itu, ia biasa saja merespons paket boneka tersebut.
Orang nomor dua di Jateng itu meminta polisi mengusut hal tersebut. "Ya nanti polisi yang menangani. Biar jelas, maksud dan tujuannya (si pengirim paket)," katanya.
Seharian, Rustri mengaku berdinas keluar kota dan baru sore hari kembali ke Semarang. Sebab itu, ia tak mengetahui perkembangan terakhir soal paket itu. Namun, ia sudah tahu paket tersebut hanya berisi boneka.
"Belum ada info lanjutan soal itu," tutup Rustriningsih.
Sebelumnya, Rustriningsih dikirimi 3 boneka berdarah. Boneka itu lantas diamankan polisi. Menurut Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djihartono, dari tiga boneka, salah satunya adalah dari karakter animasi Upin Ipin.
"Itu yang saya ingat ada yang Ipin Upin, yang lain saya tidak tahu," kata Djihartono di Mapolda Jateng, Jl Pahlawan, Semarang.
(try/fay)











































