Polisi di Banda Aceh Tembak Kakak Kandung yang Aniaya Ibunya

Polisi di Banda Aceh Tembak Kakak Kandung yang Aniaya Ibunya

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2011 18:17 WIB
Polisi di Banda Aceh Tembak Kakak Kandung yang Aniaya Ibunya
Banda Aceh - Seorang anggota Reskrim Polresta Banda Aceh Brigadir NW diduga menembak kakak kandungnya Suryadi (35) hingga tewas. Suryadi ditembak lantaran melakukan kekerasan terhadap ibu kandung mereka.

Informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (8/6/2011), tragedi ini terjadi Selasa (7/6) pukul 19.00 WIB malam. Hal itu dipicu dari pertengkaran Suryadi dan ibunya, Nurmi di Jl Cut Nyak Dien, Lamtemen Barat, Jaya Baru, Banda Aceh.

Tak jelas apa motif pertengkaran keduanya. Namun, Suryadi sempat berlaku kasar terhadap ibunya itu. "Dia mendorong-dorong hingga jatuh," kata sumber yang enggan disebut namanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NW yang saat itu berada di kamar, keluar dan berusaha merelai. Tapi, Suryadi tak terima. Sempat terjadi pertengkaran mulut di antara kakak beradik ini.

Suryadi yang emosi, sempat melepaskan tendangan ke arah adik kandungnya itu. Tendangan Suryadi dibalas NW dengan tendangan pula. Suryadi semakin kalap, dan menuju dapur mengambil sebuah cangkul. Dia kembali menyerang NW, tapi tidak kena.

"Di saat itulah NW mengeluarkan pistol revolver dan melepaskan tembakan ke arah Suryadi," katanya.

Suryadi terkapar dengan sebuah peluru menembus bagian perut hingga ke punggungnya. Dia sempat dilarikan ke RS Bayangkara, Lamtemen, Banda Aceh. Tapi nyawanya tak tertolong. NW pun kini diamankan ke Satpropam Polresta Banda Aceh.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Ishariadi yang dikonfirmasi detikcom membenarkan kejadian ini. "Iya benar. Tapi saya belum bisa merinci soal ini, karena sedang rapat di Medan, silakan hubungi Kapolresta ya," katanya singkat. Sementara Kapolresta belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.

(fay/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini