"(Kontak terakhir) Waktu ke Singapura saja. Habis Marni-lah. Tapi saya lupa, nanti saya lihat paspor saya dulu," ujar Adang.
Hal itu disampaikan Adang yang juga anggota Komisi III DPR usai bertemu dengan Mahkamah Agung di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (8/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adang mengaku sejak terakhir bertemu Nunun di Singapura, dirinya belum bertemu lagi dengan sang istri. Terkait kondisi terakhir Nunun, menurut keterangan dokter yang pernah menangani Nunun yakni dr Andreas, Nunun sakit alzheimer.
"Sakit itu tidak akan menurun karena dia semakin tua. Ibu kan sudah 61 tahun. Saya minta yang seimbang saja beritanya," harap mantan wakapolri itu.
Per Februari 2011, Nunun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam pemilihan deputi gubernur senior (DGS) BI. Untuk memudahkan mendatangkan Nunun ke Indonesia, KPK telah meminta Ditjen Imigrasi untuk menarik paspornya. Akhirnya, beberapa hari lalu, Imigrasi pun resmi menarik paspor Nunun.
Politisi Golkar, Fahmi Idris, hari ini melemparkan informasi gres tentang Nunun. Dia menyatakan, Nunun tinggal di sebuah rumah di Phnom Penh. Di rumah itu, Nunun ditemani oleh 2-3 orang kerabatnya dan pernah dikunjungi suami dan anak-anaknya.
Berdasarkan pelacakan KPK, selama mengaku tinggal di Singapura, Nunun kerap pergi bolak-balik Thailand-Singapura. Nunun kerap pergi ke Kota Bangkok. Dirjen Imigrasi Bambang Irawan menyebut, Nunun terendus meninggalkan Bangkok ke Phnom Penh, Kamboja, pada 21 Maret 2011.
Sementara Menkum HAM Patrialis Akbar menyebut, berdasar hasil manifes (data penumpang) 23 Maret 2011, Nunun melakukan perjalanan dari Thailand ke Kamboja menggunakan Bangkok Airways.
(vit/nrl)











































