"Dan dia (pemalsu-red) memang jagonya. Artinya saya tahu dia mungkin pernah di pemerintahan, pernah di DPR, sehingga itu betul-betul seperti saya," kata Dipo dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2011).
Menurutnya, pemalsuan akun twitter itu sudah masuk ranah pidana. Dia juga menyebut akun @denny_israel bukan dioperasikan oleh Staf Khusus Presiden, Denny Indrayana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dipo mengatakan, pernyataan Presiden SBY mengenai sosial media beberapa waktu lalu penting untuk mengingatkan cara penggunaannya yang negatif.
"Kalau ini hanya dipakai untuk fitnah, kalau ini hanya dipakai untuk pemalsuan nama dokumen, apa yang kita mau harapkan dari generasi muda kita?" katanya.
"Presiden cukup jelaskan sekali. Ini lho hati-hati sosial media ini. Itu bermanfaat untuk mengembangkan ekonomi, tapi bukan untuk cara-cara yang tadi, fitnah, pemalsuan," kata Dipo menanggapi pertanyaan anggota Komisi II, Abdul Malik Haramain.
(lrn/irw)











































