Kisah ini datang bukan dari aparat hukum Indonesia, melainkan dari mantan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris. Dia memiliki informasi yang mengejutkan tentang Nunun.
"Pertama, Nunun ke Vietnam, lalu ke Phnom Penh. Sekarang masih di Phnom Penh. Pertama datang, dia tinggal di hotel, sekarang dia sudah tinggal di perumahan. Ya sudah dapat rumahlah sekarang," kata Fahmi yang pada Februari silam menyebar informasi berharga bahwa Nunun dalam kondisi sehat dan berada di Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fahmi, keluarga Nunun sering menjenguknya. "Adang juga. Anak-anaknya semuanya pernah mengunjungi," ujar politisi Golkar ini.
Fahmi mengatakan, Nunun sehari-harinya ada yang menemani. "Termasuk saudara-saudaranya dan keponakannya. Ada 2 atau 3 bergantian," kata Fahmi.
Fahmi mengaku dirinya sudah sejak awal memberitahukan bahwa Nunun tidak ada di Singapura, melainkan di Thailand. "Tanggal 23 Maret itu, Nunun keluar dari Thailand," cetus Fahmi.
Berdasarkan pelacakan KPK, selama mengaku tinggal di Singapura, Nunun kerap pergi bolak-balik Thailand-Singapura. Nunun kerap pergi ke Kota Bangkok. Dirjen Imigrasi Bambang Irawan menyebut, Nunun terendus meninggalkan Bangkok ke Phnom Penh, Kamboja, pada 21 Maret 2011.
Sementara Menkum HAM Patrialis Akbar menyebut, berdasar hasil manifes (data penumpang) 23 Maret 2011, Nunun melakukan perjalanan dari Thailand ke Kamboja menggunakan Bangkok Airways.
(aan/nrl)











































