Puluhan batik karya Grafakou dipamerkan dalam sebuah pameran batik bertema Perjalanan Menuju Jantung Seni dan Budaya, atas prakarsa Grafakou sendiri dengan fasilitas dari Walikota Maroussi dan didukung KBRI Athena.
Pameran berlangsung selama empat hari (6-9/6/2011) di Pusat Kebudayaan kota Maroussi bersamaan dengan pameran seni terapan kontemporer Yunani dan kerajinan, yang diselenggarakan oleh pemerintah kota setempat untuk mengawaIi kegiatan tahunan musim panas di Athena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duta Besar RI untuk Republik Yunani Ahmad Rusdi menyatakan kebanggaannya atas kepiawaian seorang warga Yunani dalam menguasai teknik membatik, salah satu adiseni warisan nenek moyang Indonesia.
Diplomat karir dari keluarga pengrajin batik asal Pekalongan yang dikenal perfeksionis itu bahkan kagum atas keberanian Grafakou mengaplikasikan teknik yang dikuasainya dengan perpaduan berbagai warna dan motif-motif kontemporer untuk hiasan dinding, taplak meja, blouse, kaos, syal, dan selendang.
Pada kesempatan itu Dubes di hadapan 300 undangan secara spontan menyampaikan penghargaan kepada Grafakou dan mengundangnya untuk kembali mengunjungi Indonesia sekaligus diharapkan dapat menghadiri Kongres Internasional Batik di Jakarta pada akhir tahun 2011.
Dubes juga menawarkan kepada para undangan beasiswa Darmasiswa untuk belajar bahasa, seni dan tari di Indonesia. Selain itu Dubes juga mempromosikan pariwisata Indonesia dan mengajak warga Yunani untuk berkunjung dan melihat Indonesia secara langsung.
Melalui beasiswa Darmasiswa diharapkan akan muncul Grafakou-Grafakou lainnya di Yunani, sehingga bahasa dan kebudayaan Indonesia, terutama batik benar-benar dikenal dan diminati oleh segenap lapisan masyarakat Yunani secara luas.
Grafakou, mantan peserta Program Darmasiswa 2006-2007, di samping produktif memproduksi batik, kini juga telah mendirikan sekolah seni di Pusat Kursus Seni Terapan di wilayah Maroussi, Athena, yang dikelola bersama orangtuanya dan saat ini telah mempunyai ratusan murid dari berbagai usia.
Dalam pameran ini Grafakou juga ikut menyertakan batik karya murid-muridnya, yang mendominasi sudut-sudut aula Pusat Kebudayaan Maroussi, dipadukan dengan hasil karya seni lainnya berupa perhiasan, serta dekorasi untuk rumah dan perkantoran.
Pameran batik Grafakou dikunjungi oleh para pejabat pemerintah setempat, murid-murid Grafakou, orangtua mereka dan publik umum. Beberapa tamu undangan menyatakan pernah berkunjung ke Indonesia dan kagum atas keragaman seni budaya Indonesia, adat istiadat dan keramahan penduduknya.
(es/es)











































