Hari: Capres Lakukan Black Campaign pada Pemerintah
Senin, 21 Jun 2004 19:02 WIB
Jakarta - Para capres ditantang untuk membuktikan tuduhannya kalau pemerintahan ini sudah terpuruk dan jungkir balik. Kalau tidak bisa membuktikan, itu namanya black campaign."Tentu pihak pemerintah tidak mau merinci black campaign yang seperti apa. Cuman pemerintah berkepentingan (meluruskan). Misalnya ada yang jelek-jelekin pemerintah ini sudah terjungkir balik, terpuruk-puruk, bangsa sudah mau berantakan. Tolong dibuktikan mana yang terpuruk-puruk itu."Demikian tukas Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno usai rapat kabinet di Gedung Sekretariat Negara Jakarta, Senin (21/6/2004). Menurut dia, kampanye capres model seperti itu merupakan black campaign bagi pemerintah."Buktinya pemerintahan lancar-lancar saja. Jadi jangan bodoh-bodohi rakyat dengan cara mengungkapkan sesuatu yang tidak benar, didramatisir. Sampaikan saja visi dan misi bagaimana ke depan kalau terpilih, atau yang akan diprioritaskan. Itu akan lebih fair," ujarnya.Hari mengingatkan agar jangan sampai terjadi konflik antar-pendukung. Untuk itu sebaiknya digunakan hal-hal yang positif.Sedangkan soal materi sidang kabinet, dituturkan dia, terutama soal menjelang Pilpres. Masing-masing menteri melaporkan hasil kerjanya, baik di bawah koordinasi 3 menko, maupun dari Kapolri dan Panglima TNI."Di bidang Polkam, Pemilu akan berlangsung aman dan tidak terjadi hambatan. Kalaupun toh ada pihak-pihak yang tidak mengakui hasil Pemilu, namun calegnya masuk dalam komposisi DPR, berarti konflik itu hanya gertakan-gertakan politik," tandas Hari.
(sss/)











































