Hingga Selasa (7/6/2011), Tengku Fahri, warga Pulo Brayan Darat Medan, kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Martha Friska, Jl. Kolonel Yos Sudarso Medan.
Dr Azwarto yang merawatnya mengatakan, operasi sudah dilakukan pada bagian punggung korban untuk mengeluarkan proyektil peluru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterangan dari teman korban, Julisman mengatakan, peristiwa penembakan itu terjadi di kawasan pintu tol Tanjung Mulia. Saat itu, dirinya, korban dan dua teman lainnya, berusaha menyelamatkan diri diri dari amuk massa setelah menabrak seorang pengendara sepeda motor di Jl. Putri Hijau, Sabtu (4/6/2011) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat memasuki pintu tol Tanjung Mulia, petugas pengamanan PT Jasa Marga berusaha menghentikan laju mobil Feroza yang mereka naiki dengan melepaskan tembakan.
Naas, bukan mengenai ban, peluru malah menembus punggung belakang Tengku Fahri yang duduk di sisi kanan, persis di belakang pengemudi.
"Kami menyerempet warga. Karena takut dikejar massa, kami langsung membawa korban yang terluka. Rencananya ke rumah sakit, tapi karena dikejar massa, kami alihkan ke jalan tol, karena berharap massa yang naik sepeda motor tidak bisa masuk tol," kata Julisman.
Sementara ibu korban, Ninik mengatakan, pihak keluarga berharap kasus penembakan anaknya diusut.
"Kami sangat sedih karena pihak pengelola jalan tol tidak peduli dengan kasus penembakan anak kami," kata Ninik.
(rul/mok)










































