UGM Tak Pernah Terima Berkas Lamaran Kamil

UGM Tak Pernah Terima Berkas Lamaran Kamil

- detikNews
Selasa, 07 Jun 2011 17:24 WIB
UGM Tak Pernah Terima Berkas Lamaran Kamil
Jakarta - Cerita soal Kamil Ismail, juara Olimpiade Geologi yang ditolak PTN, menggelitik UGM. Salah satu universitas idaman itu merasa tertuding sebagai universitas yang telah menolak anak penjual pisang goreng di Ciawi, Jawa Barat, itu.

Hendra Amijaya, salah satu dosen UGM mengatakan, secara administratif, Kamil tidak pernah melamar melalui jalur prestasi. Hingga pendaftaran ditutup, berkas Kamil tidak pernah diterima oleh UGM.

"Dengan demikian, UGM tentu saja belum pernah menolak yang bersangkutan," kata Hendra dalam penjelasannya di milis Geologi UGM, yang tersebar, Selasa (7/5/2011). Hendra adalah koordinator Pembina Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia (TOIKI). Sedangkan Kamil adalah anak didik pada Pelatnas TOIKI yang memiliki prestasi cukup baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui Pembina TOIKI terdiri dari para dosen/peneliti di Geologi UGM, Geofisika UGM, Meteorologi ITB, Oseanografi LIPI & UNDIP serta Astronomi ITB yang diberi tugas oleh Direktorat Pembinaan SMA Kemendiknas. Koordinasi selama ini dihandle Geologi UGM.

Menurut Hendra, nasib Kamil ini terjadi akibat adanya 'miss' antara Ditjen Pendidikan

Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dengan Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Hendra mengatakan, nama-nama siswa berprestasi harusnya diserahkan ke Dikti oleh Dikdasmen. Namun entah mengapa, data itu tidak pernah sampai ke universitas dalam hal ini UGM.

"UGM tidak pernah menerima nama-nama tersebut dari Dikti, selain itu UGM juga tidak memiliki jalur 'khusus' penerimaan mahasiswa berprestasi. Jalur yang ada hanyalah jalur penelusuran bibit unggul (SNMPTN Undangan). Para pelamar dalam hal ini harus mengisi
lamaran dan mengirimkannya ke UGM," kata Hendra.

Menurut Hendra, jalur SNMPTN undangan itu sebenarnya terbuka untuk Kamil. Namun sayangnya, pihak sekolah Kamil yakni MAN Insan Cendekia tidak pernah mendaftarkan nama Kamil.

Pihak sekolah berasumsi, Dikdasmen sudah menjamin Kamil akan otomatis diterima di PTN yang dipilihnya. "Nah inilah yang kemudian menjadi blunder karena pada saat pihak sekolah tahu bahwa nama Kamil tidak masuk dalam daftar pelamar PBU (Penelusuran Bibit Unggul-red) di UGM, pendaftaran sudah ditutup," kata Hendra.

Sementara itu pihak Dikdasmen juga sudah merasa 'masalah' ini bukan lagi menjadi domainnya karena sudah diserahkan ke Dikti. Karena ketidaksinkronan ini, Kamil akhirnya menjadi korban. UGM sendiri tidak bisa berbuat banyak selain menyarankan Kamil mengikuti tes SNMPTN.

Namun Hendra tidak mengetahui pasti apakah Kamil mendaftar tes SNMPTN atau tidak. Hendra berharap, Kamil tidak menyerah berusaha untuk bisa meraih cita-citanya untuk masuk ke Fakultas Geologi.

Menurut Hendra, saat ini terdapat puluhan mahasiswa UGM yang memiliki prestasi seperti
Kamil. Tidak semua mahasiswa itu masuk ke UGM melalui jalur SNMPTN Undangan karena memang jatahnya tidak banyak.

"Jalur masuk mereka bermacam-macam, ada yang melalui jalur PBU tapi ada pula yang ikut tes tertulis karena lamarannya pada jalur PBU tidak diterima (karena memang jatahnya sedikit). Artinya siswa-siswa tersebut memiliki semangat yang tinggi untuk tetap masuk Geologi UGM," kata Hendra.

detikcom telah mencoba mengklarifikasi pernyataan Hendra melalui Humas UGM Suryo Baskoro. Namun Suryo tidak mengetahui pasti persoalan itu.

"Tapi jika memang benar Kamil tidak masuk 75 persen terbaik di kelasnya, mungkin dia memang tidak direkomendasikan oleh Kepala Sekolahnya. Ya UGM tidak bisa berbuat apa-apa. Kami hanya menerima siswa-siswa yang direkomendasikan," kata Suryo.

Suryo meminta detikcom untuk menghubungi Ketua SNMPTN UGM Budi Prasetyo untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Namun sayang, saat dihubungi berkali-kali, ponsel Budi tidak aktif.

(ken/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads