"Informasi dari polisi bahwa ada aliran dana menggunakan Bank BRI dari BRI semarang. Rupanya dari (bank) Century sudah dicairkan dan sekarang menggunakan rekening BRI dan Mandiri," kata Imam usai diperiksa di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (7/6/2011).
Imam mengatakan, semua rekening atas nama Panji Gumilang, sebelumnya atas nama Abu Maarik. Wilayah Jateng merupakan aset terbesar NII KW9.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Imam, metode pengelolaan dana NII KW9 bisa berbagai macam cara dilakukan. Mulai menipu anggota sampai membuat yayasan fiktif.
"Mereka gunakan bulan-bulan hijriah. Masing-masing ditargetkan. Sekarang memang yang terbesar setoran dari Jateng. Mereka dapatkan dari pengumpulan dana yayasan fiktif. Dia edarkan amplop. Ada juga modus penculikan itu, setelah dibaiat mereka diserahkan proposal suruh cari uang ke Sumatera," imbuhnya.
Terkait pemeriksaan, Imam mengaku tidak dikonfrontir dengan Mensesneg Abdul Halim. Namun hanya Fais, mantan anak buahnya.
"Hasilnya, saksi dari Panji Gumilang tetap bertahan bahwa ketemu saya menyerahkan berkas lalu saya tandatangani hasil notulen rapat. Berkasnya ternyata pengunduran diri saya. Tapi saya sama sekali saya tidak. Waktu ketemu dia yang namanya Musli Fais hanya menerima amplop yang ternyata berisi uang. Tapi saya tidak tandatangani apapun," tuturnya.
Imam menegaskan, sangat mudah bagi polri untuk menyeret Panji Gumilang setelah penangkapan Gubernur NII Jateng.
"Oh iya dong, jelas. Aliran itu jelas. Apalagi yang susah," tandasnya
(ape/ndr)










































