Pesawat Boeing 737-400 bernomor registrasi PK-GZP itu sedianya akan berangkat pada Selasa (7/6/2011) pukul 14.45 WIB. Ketika ditarik dengan mobil penarik keluar apron, pilot menstarter mesin.
"Starter engine-nya tidak bekerja atau tidak jalan. Akhirnya oleh pilot kembali lagi untuk diperiksa. Engine distarter. Seperti sepeda motor, kalau pertama starter nggak bisa, bahan bakarnya keluar," jelas VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto ketika dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fuel yang keluar di pipa engine itu bisa menguap fuelnya, tidak bahaya, kalau didiamkan akan menguap," jelas Pujo.
Saat ada percikan api tersebut, ada penumpang yang melihat. penumpang itu tiba-tiba berlari dan membuka pintu darurat.
"Ada penumpang melihat, spontan sendiri membuka pintu emergency. Karena saat itu pintu sudah dikunci, pintu emergency dibuka, jadi slidingnya (bantalan untuk turun penumpang) terbuka. Dan kalo emergency terbuka ya harus perbaikan dulu," jelas Pujo.
Supaya penumpang tidak terlambat berkepanjangan, Garuda akhirnya memindahkan 102 penumpang tersebut ke pesawat pengganti bertipe Boeing 737-300, dengan nomor registrasi PK-GGO. Pesawat yang dikomandoi Capt Pilot Purwo Triatmoko ini pun terbang ke Pontianak.
"Sudah terbang lagi," ujar Pujo yang dikonfirmasi sekitar pukul 16.30 WIB.
(nwk/nrl)











































