SBY: Banyak Tukang Tadah Pembalakan Liar di Luar Negeri

SBY: Banyak Tukang Tadah Pembalakan Liar di Luar Negeri

- detikNews
Selasa, 07 Jun 2011 16:14 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa prihatin dengan banyaknya 'tukang tadah' hasil pembalakan liar hutan-hutan Indonesia. Presiden pun berharap agar illegal logging dan penadah-penadah di luar negeri tersebut diberantas.

"Singkatnya banyak tukang tadah di luar negeri. Kita digebukin Indonesia, menjual kayu-kayu yang katanya tidak benar, merusak lingkungan, memang ada kejahatan di sana sini, itulah yang terus kita berantas yang namanya illegal logging, tapi juga ada tukang tadahnya di luar negeri," kata SBY saat memberikan sambutan di puncak perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

SBY berharap jangan ada negara-negara lain yang menjadi tukang tadah kayu hasil illegal logging. Karena ada kesepakatan yang sebenarnya harus dijalankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mau baik, bareng-bareng kita beresin dalam negeri, jangan ada negara lain yang menjadi tukang tadah dari kayu-kayu yang tidak legal, kayu-kayu yang tidak halal, kayu-kayu yang tidak sebenarnya bisa dijual di luar negeri. Itulah sebetulnya kesepakatan yang harus kita jalankan," ujar SBY.

SBY menjelaskan, selama ini ada kesepakatan antara Indonesia dan Uni Eropa terkait dengan penegakan hukum dalam hal penegakan hukum lingkungan.

"Sudah ada kesepakatan Indonesia dan EU yang disebut voluntary partnership agreement on forest law enforcement, governance and trade," ungkap SBY.

Di akhir sambutan, SBY berharap agar Indonesia terus menjaga konsistensi untuk terus berupaya melestarikan lingkungan, terutama melestarikan hutan Indonesia.

"Dan akhirnya marilah kita menjaga standing kita, kalau kita sudah dinilai cukup gigih, cukup serius dalam menjaga kelestarian lingkungan, jangan kendor, marilah kita jaga terus menerus, sehingga Indonesia akan terus menjadi global champion on environment yang itu baik bagi kita sendiri dan dunia. Itulah yang ingin saya sampaikan," ujar SBY

(anw/gah)


Berita Terkait