Ferry: Dana Cendana Untuk Wiranto Tak Perlu Dipersoalkan

Ferry: Dana Cendana Untuk Wiranto Tak Perlu Dipersoalkan

- detikNews
Senin, 21 Jun 2004 17:27 WIB
Jakarta - Fungsionaris Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan mengatakan tudingan Capres Partai Golkar Wiranto memperoleh dukungan berupa dana dari Siti Hardijanti Rukmana (Tutut) tidak perlu dipersoalkan."Sekarang ini kita tidak usah mempersoalkan itu. Mau siapa pun yang ada di belakang Wiranto, misalnya saja Tutut tetap saja dia seorang warga negara yang punya hak pilih dan berhak menyumbang. Kalau pun dana Cendana masuk, toh ada batasannya paling juga Rp 100 juta sebab di luar itu sudah melanggar. Saya kira masalah dukungan bukan sesuatu yang perlu dirisaukan,".Demikian disampaikan Ferry Mursyidan Baldan usai Rapat Paripurna DPR RI yang mengesahkan Miranda Gultom sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan mengesahkan 14 Calon Hakim Agung di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/6/2004),Anggota DPR RI Fraksi PDIP Permadi memperkuat tudingan tersebut."Itu hanya bisa diperkirakan bahwa Wiranto didukung Tutut. Besar kecilnya dukungan kita tidak tahu. Tetapi pasti ada," kata Permadi.Apa politik uang dipicu dana Cendana?"Kalau mengenai politik uang, suka atau tidak sejak konvensi sudah ada permainan uang. Ini orang-orang Golkar yang ngomong bukan saya. Sedangkan dukungan dari Tutut, yang jelas ada sejak Wiranto jadi capres. Kalau sebelumnya saat konvensi saya tidak tahu,' ujar dia.Menurut Permadi, penyataan yang dilontarkannya bukan bentuk kampanye negatif bagi Wiranto."Kalau ngomong berdasarkan fakta ini bukan termasuk kampanye negatif, misalkan saya ngomong Wiranto terlibat pelanggaran HAM itu kampanye negatif. Tetapi kalau soal politik uang saat konvensi, itu sudah ada buktinya. Saya tahu dari orang Golkar. Mengenai dukungan Tutut memang masih perkiraan saya dan belum ada bukti nyata," demikian Permadi.Transparency International Indonesia dan ICW melaporkan temuan politik uang capres ke Panwaslu. Peringkat pertama dipegang pasangan Wiranto. Kedua, Mega. Keempat, Amien dan kelima Hamzah Haz. (aan/)


Berita Terkait