Seorang pembaca detikcom bernama Yan, mengabarkan kejadian itu. Menurutnya, kejadian ini bentuk ketidaksiapan pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur penerimaan online murid SD.
"Penerimaan siswa SD di DKI melalui sistem online yang kacau. Sekali lagi terlihat ketidaksiapan pemerintah (Disdik DKI) dalam mempersiapkan infrastruktur penerimaan online murid SD," keluh Yan, dalam emailnya yang diterima redaksi detikcom, Selasa (7/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai kapan proyek ini hanya sebagai proyek ? Mohon benar-benar disiapkan infrastruktur yang baik jika ingin mengadakan program kegiatan," kritik Yan.
Harusnya sejak pukul 08.00 WIB hari ini, situs tersebut mengumumkan siswa-siswa SD yang lulus seleksi. Namun hingga siang hari pukul 12.30 situs hanya bisa dibuka untuk halaman depannya saja.
Masalah ini dikonfirmasikan pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan baru menerima adanya laporan kerusakan pada situs tersebut. Dia mengaku telah memerintahkan bawahannya untuk mengecek apa yang menjadi penyebab situs tidak bisa diakses.
"Saya baru dapat laporan soal masalah situs pagi ini, saya minta untuk dicek lagi khususnya untuk yang SD ya," ujar Taufik saat ditemui di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2011).
Taufik juga belum mengetahui jelas apa yang menjadi penyebab kerusakan tersebut. Taufik meminta waktu satu sampai dua jam untuk mengeceknya.
"Saya baru dapat info belum dapat laporan lebih lanjut lagi apa penyebabnya, semoga satu-dua jam lagi saya sudah dapat info," jelas Taufik.
(lia/nwk)











































