RI Kirim Pasukan Perdamaian untuk Peacekeeping bukan Peacemaker

RI Kirim Pasukan Perdamaian untuk Peacekeeping bukan Peacemaker

- detikNews
Selasa, 07 Jun 2011 12:43 WIB
Jakarta - Indonesia tidak berhenti turut berpartisipasi dalam perdamaian dunia. Komitmen pemerintah mengirimkan pasukan semata-mata sebagai penjaga perdamaian (peacekeeping) bukan pencipta kedamaian (peacemaker).

"Pemerintah Indonesia pernah ditawari PBB sebagai pasukan peacemaker. Namun, itu kita tolak karena komitmen kita mengirim pasukan sebagai peacekeeping bukan peacemaker," kata Panglima TNI Agus Suhartono dalam sambutannya.

Sambutan itu dibacakan oleh Kepala PMPP TNI Brigjen I Gede Sumerta dalam seminar sehari bertajuk 'The Role and Function of Indonesia in United Nations Peacekeeping' di auditorium Universitas Prof Dr Moestopo, Jl Hang Lekir No 1, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Berbicara di depan puluhan mahasiswa, Agus mengatakan tak mudah untuk mengirimkan pasukan ke negeri lain sambil membawa misi perdamaian. Pengiriman harus secara konseptual dan ada legitimasi baik dari internasional dan negara setempat.

"Total pasukan perdamaian Indonesia yang dikirim ke seluruh negara ada 1.537 orang. Pasukan yang dikirim ke Libanon 1.329 personil, Kongo 139 personil, Sudan 9 personil, Darfur 3 personil, Liberia 1 personil dan Nepal 4 personil," terangnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Penerangan PBB Michele Zaccheo di tempat yang sama mengapresiasi pemerintah Indonesia yang selalu berperan aktif dalam perdamaian dunia. "Kami mengapresiasi peranan pemerintah Indonesia dalam perdamaian dunia yang selalu mengirimkan pasukan penjaga kedamaiannya di wilayah negara yang sedang berkonflik," ujar Michele dalam bahasa Inggris.

Hadir dalam acara jajaran TNI AD dan kontingen Garuda yang pernah bertugas di negara berkonflik seperti Libanon. Mereka berbagi cerita dan kisah semasa mereka menjaga perdamaian di negara tersebut. Sayang, tema yang menarik ini tampaknya tak begitu dinikmati para mahasiswa. Beberapa kali panitia harus meminta peserta seminar untuk tenang dan mendengarkan diskusi.

Seperti diketahui menurut Resolusi 57/129 tertanggal 11 Desember 2001, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Internasional untuk Pasukan Perdamaian PBB yang bertujuan untuk mengenang pasukan yang terlibat dalam operasi perdamaian.

(feb/irw)


Berita Terkait