"Bagi konsumen, alasan internal tidak bisa dijadikan justifikasi delayed. Karena itu, konsumen harus mendapat informasi yang memadai. Jangan sampai konsumen tidak bisa menemukan petugas saat mereka ingin mendapatkan informasi," ujar pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo kepada detikcom, Selasa (7/6/2011).
Bagi konsumen, imbuhnya, yang bisa menjadi justifikasi delayed-nya penerbangan adalah alasan eksternal, seperti masalah cuaca. "Kalau cuaca kan jelas. Nah kalau persoalan internal, misalnya soal operasional atau apa, ya harus dijelaskan," tambah Sudaryatmo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada alasan teknis, ya jelaskan alasan teknisnya apa. Kalau memang masalah teknis ini sudah diketahui sejak lama, sampaikan beberapa waktu sebelumnya juga kepada konsumen. Jangan sampai sudah delayed, lalu petugas maskapai tidak ada di lokasi juga," lanjut Sudaryatmo.
Sementara itu Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, Senin (6/6) menyebut pihaknya memang tidak memberikan informasi detil terkait delayed-nya penerbangan beberapa hari terakhir yang dikarenakan tidak sinkronnya sistem pengaturan kru. Namun jika ada calon penumpang yang ingin mendapat informasi detil maka bisa menghubungi petugas di lokasi. Lion Air menegaskan tidak pernah bermaksud menelantarkan penumpang.
Sejak Sabtu akhir pekan lalu, sejumlah calon penumpang mengeluhkan lamanya delayed pesawat Lion Air. Misalnya saja, calon penumpang JT 095 rute Pekanbaru-Jakarta juga mengaku ditelantarkan pada Minggu (5/6). Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 18.15 WIB, namun hingga 23.30 WIB tak kunjung terbang. Penumpang pun mengamuk dan hampir 'membajak' pesawat. Akhirnya para calon penumpang diterbangkan pukul 02.30 WIB.
Penumpang Lion Air tujuan Jakarta-Palu juga merasa berang. Menurut salah satu penumpang, Sam Purnama, seharusnya pesawat berangkat pada Minggu (5/6) pukul 17.00 WIB. Namun hingga pukul 22.00 WIB tak ada kepastian.
Akhirnya, para penumpang protes. Dua pilot pesawat dan empat kru yang melintas di bandara mereka 'sandera' pada Minggu malam. Drama 'penyanderaan' berakhir pada pukul 02.00 WIB. Para penumpang menuju Palu pun kini diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air.
Peristiwa serupa terjadi lagi pada Senin (6/6) malam. Pesawat JT 564 rute Jakarta-Yogya yang seharusnya berangkat pukul 18.00 WIB baru diberangkatkan sekitar 22.30 WIB. Penumpang kesal karena tidak ada penjelasan dari maskapai dan tidak ada petugas di ruang boarding. Seorang petugas Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta 'disandera' sejumlah penumpang.
(vit/nrl)











































