Iran: Uni Eropa Perlu Belajar HAM

Iran: Uni Eropa Perlu Belajar HAM

- detikNews
Senin, 21 Jun 2004 15:55 WIB
Jakarta - Iran dan Uni Eropa saling mengecam. Iran menyatakan blok beranggotakan 25 negara itu perlu belajar soal hak asasi manusia (HAM) dan bukannya mengritik republik Islam itu.Statemen sengit Iran ini datang dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hamid Reza Asefi. Ini merupakan komentar balasan Iran sehari setelah Uni Eropa mengeluarkan pernyataan pedas mengenai catatan HAM negeri tetangga Irak itu.Kritikan Uni Eropa tersebut disampaikan menyusul putaran keempat dialog mengenai isu HAM antara kedua pihak, yang digelar pekan lalu. Dicetuskan Asefi kepada kantor berita resmi Iran, IRNA, kritikan Uni Eropa (EU) tersebut semata-mata "menunjukkan ketidakmampuan EU untuk menerima dialog yang transparan."Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/6/2004). Asefi mengecam adanya pengabaian hak-hak minoritas serta diskriminasi terhadap kaum Muslim di EU."Uni Eropa seharusnya belajar dari kesempatan berbicara dengan negara Islam yang kaya sejarah kebudayaan dan peradaban," tegas Asefi. "Selama pembicaraan, perhatian EU kurang terhadap pelanggaran HAM yang berulang-ulang di tanah Palestina," imbuhnya.Sebelumnya pada Minggu (20/6/2004) kemarin, EU menyatakan tetap sangat prihatin akan meluasnya pelanggaran HAM di Iran meski telah beberapa kali menggelar dialog dengan pemerintah Teheran."Uni Eropa tetap sangat prihatin akan pelanggaran HAM yang berkelanjutan dan beraneka macam di Iran," demikian statemen yang dirilis Irlandia, negara yang saat ini mendapat giliran memegang kepresidenan EU.Disebutkan bahwa di antara beberapa pelanggaran HAM itu adalah hak-hak yang tidak adil bagi perempuan; penggunaan penyiksaan di penjara dan tempat-tempat penahanan lainnya, dan budaya kekebalan bagi para pelaku penyiksaan. (ita/)



Berita Terkait