Warga NU Diimbau Tak Golput
Senin, 21 Jun 2004 15:45 WIB
Surabaya - Warga Nahdlatul Ulama (NU) diimbau tetap memberikan suaranya pada pasangan capres dan cawapres Wiranto-Salahuddin Wahid pada pemilu 5 Juli mendatang."Pemilu mendatang karena yang dijagokan PKB, Gus Solah dan Wiranto hendaknya didukung warga NU. Jangan sampai warga Golput dosa hukumnya," kata KH Achmad Mas Subadar dalam Forum Silahturahmi Kader NU se-Surabaya di Hotel Simpang, Surabaya, Senin (21/6/2004). Turut hadir Ketua DPW PKB Jawa Timur Choirul Anam.Subadar mengatakan hasil pertemuan ulama di pondok pesantren miliknya di Pasuruan, sepakat medukung duet Wiranto-Gus Solah. "Kita mendukung pasangan Gus Solah yang mendampingi Wiranto, karena di kitab melarang pemimpin perempuan. Apalagi mendukung atau memilih dan mendampingi itu haram," ungkap Subadar.Dalam kesempatan itu, Subadar menyesalkan sejumlah kalangan yang mengatakan hasil Munas alim ulama di NTB pada 1997 membolehkan perempuan menjadi presiden. "Tidak ada satu pun kalimat yang membolehkan perempuan jadi persiden.Barangkali orang yang menyatakan itu belum membaca atau salah memahaminya," ujar Subadar sambil menunjukkan buku hasil Munas.Menurut Subadar, posisi Gus Solah mendampingi Wiranto berbeda dengan posisi Jusuf Kalla dan Hasyim Muzadi. "Kalau Kalla jadi cawapres yang didukung Partai Demokrat sedangkan Hasyim uzadi didukung moncong putih. Beda dengan Gus Solah karena dia tidak masuk Golkar dan tetap PKB. Hanya dijejerkan saja," demikian Subadar.Fatwa haram memilih presiden perempuan pernah diungkapkan KH Abdullah Faqih Pengasuh Ponpes Langitan Tuban kepada wartawan usai pertemuan tertutup di Ponpes Raudlatul Ulum, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (3/6/2004).
(aan/)











































