"Memang semua kasus korupsi berawal dari indikasi, (salah satunya) laporan BPK. Karena pendekatan BPK auditor kan akuntasi. Bagaimana sebenarnya penggunaan masalah hukumnya harus diselidiki lebih jauh. Kejaksaan, polisi dan KPK harus merespons ini," kata pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago saat dihubungi detikcom, Selasa (7/6/2011).
Andrinof berharap, hasil temuan BPK tidak bisa masuk begitu saja ke lemari. Melainkan dapat bermanfaat bagi perbaikan penggunaan anggaran tahun-tahun berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, potensi kerugian keuangan negara di DKI Jakarta hampir di semua lini. Oleh karenanya, dia meminta semua lembaga pengawas memantau dengan lebih jeli, karena permainan menilep keuangan daerah lebih pintar dari daerah lain.
Β
"Kalau di DKI semua lini berpotensi. Semua badan, lembaga, badan audit harus lebih tinggi mengawasi, meneliti. Harus lebih canggih lagi . Karena mereka sangat berpengalaman. Kalau dipermukaan terlihat anggarannya naik Rp 2 triliun pertahun, manfaatnya tidak berasa. Yang dibesar-besarkan belanja barang dan jasa," tandas Andrinof.
(Ari/lrn)










































