"Kalau dilihat dari isi peti mati, tidak ada yang mengancam siapa pun, cuman memang image dari peti mati menyeramkan," kata Sumardy usai diperiksa di Mapolsektro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2011).
Sumardy, yang malam ini menginap di Mapolsek untuk keperluan pemeriksaan, kembali menyatakan penyesalannya. Alumnus pascasarjana UGM jurusan marketing ini tak menyangka ulahnya bisa menjadi heboh seperti sekarang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku, mengirimkan peti mati semata-mata untuk kepentingan pemasaran buku yang ditulisnya 'Rest in Peace Advertising Killed by Word Mouth Agency'. Keputusan pengiriman peti juga adalah hasil diskuksi tim.
"Karena gambar bukunya sudah gambar batu nisan, jadi yang salah satu berhubungan adalah peti mati," katanya.
(lrn/Ari)










































