Ayah Dora Baru Tahu Putrinya Berkeringat Darah

Ayah Dora Baru Tahu Putrinya Berkeringat Darah

- detikNews
Senin, 06 Jun 2011 18:25 WIB
Ayah Dora Baru Tahu Putrinya Berkeringat Darah
Padang - Dora Indrayanti Trimurni (25), perempuan yang berkeringat darah, selama ini hidup mandiri mengasuh dua adiknya tanpa bantuan orangtua. Tak heran, ayah kandungnya pun tidak tahu kalau Dora menderita penyakit langka.

"Saya baru banyak mengetahui apa yang dialaminya selama ini sejak ia dirawat di RS Djamil. Bahkan ketika dia masuk kuliah saya juga tidak tahu," kata ayah Dora, Indra (51) kepada detikcom di RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Indra mengakui kalau mereka sudah hidup terpisah selama 5 tahun. Sejak berpisah, Dora mengasuh sendiri kedua adiknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia sudah hidup mandiri dan ikut memperjuangkan pendidikan dua adiknya sejak SMA. Sejak lima tahun terakhir, Dora dan dua adiknya memang tidak lagi tinggal bersama saya. Saya menetap di Dumai dan mereka di Padang," ujar Indra

Dikatakan Indra, selama lima tahun itu dia hanya sesekali mengunjungi mereka. Alasan Indra adalah karena persoalan ekonomi yang sulit lantaran Indra bekerja serabutan. Dia tidak menyangka kalau anaknya menderita penyakit keringat darah.

"Saya sampai susah berkata-kata, Dora selama ini selalu berusaha menyembunyikan penyakitnya dari saya. Bahkan kepada adik-adiknya pun dia tidak terbuka. Selama sakit, dia lebih sering pergi berobat sendirian," kata dia.

Indra menjelaskan, Dora memang mandiri dan pekerja keras. Dora pun belajar beladiri taekwondo sampai meraih sabuk hitam.

"Cita-citanya dulu ingin bergabung dengan KOWAD dan pernah mendaftar waktu tamat SMA, hanya saja keinginannya itu gagal karena kurang tinggi," cerita Indra.

Indra yakin, penyakit keringat darah yang dialami Dora bukanlah penyakit keturunan. "Sepengetahuan saya, tidak seorang pun dari anggota keluarga Dora, baik dari ayah maupun ibu yang mengalami penyakit seperti yang dialami Dora," kata dia.

Sementara itu, saat ditemui detikcom, Dora hanya tersenyum. Di lengan kanannya masih terpasang jarum infus. Tubuhnya terlihat lemas. Namun, dari wajahnya terpancar keyakinan dan semangat untuk sembuh yang luar biasa.

"Terima kasih untuk semua bantuan, doa dan dukungannya. Selama mendapat perawatan di sini, saya merasa mendapatkan banyak sekali saudara. Saya senang sekali. Maaf kalau saya tidak bisa bicara terlalu banyak," ujar Dora.

Tim dokter yang merawat Dora meminta gadis berambut cepak itu tidak banyak bicara dan berpikir keras karena bisa memicu keluarnya keringat darah dari kepalanya. Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat RS M Djamil Padang, Gustafianof, mengatakan tim dokter RS M Djamil Padang akan merujuk pengobatan Dora ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta karena keterbatasan alat medis di Padang.

"Kita sebenarnya memiliki cukup tenaga ahli namun memiliki keterbatasan di peralatan medis yang dibutuhkan. Harapan kita, paling lambat Rabu depan Dora sudah dapat dibawa ke Jakarta," ujar Gustafianof.

Selama dua pekan dirawat di RS M Djamil Padang, sosok Dora Indrayanti Trimurni memang mendapat perhatian yang luas. Selain karena penyakit keringat darahnya yang terhitung langka, gadis muda yang tercatat sebagai mahasiswi semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta tersebut juga punya kisah hidup yang luar biasa.

Perempuan cantik berambut cepak dan piatu di usia muda tersebut diketahui pernah menjadi tukang ojek, kuli bangunan, satpam, dan cleaning service untuk membiayai hidup dan pendidikannya. Dora juga bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan dua adiknya.

(yon/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads