"Itu sangat tidak wajar, kendati itu adalah sebuah inovasi dalam dunia marketing," ujar Paulus di sela-sela acara "Sarasehan Nasional Refleksi Pidato Bung Karno," di Gedung Juang 45, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2011).
Lebih lanjut Paulus menjelaskan, sebuah kreativitas haruslah memiliki etika. "Sebuah kreativitas harus mempunyai etika, apalagi di tengah kondisi Indonesia saat ini," tegas Paulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paulus pun menegaskan bahwa kiriman peti mati tersebut bukan sesuatu kreativitas yang menarik, melainkan sebuah teror.
"Itu sebuah teror, lagipula peti mati kan sebuah benda yang sakral dan terkait dengan kematian. Tidak bisa dipermainkan begitu saja," tutup Paulus.
(gah/gah)










































