Jika Capres Lain Tak Keberatan, Iklan Nyoblos KPU Tak Soal

Jika Capres Lain Tak Keberatan, Iklan Nyoblos KPU Tak Soal

- detikNews
Senin, 21 Jun 2004 14:24 WIB
Jakarta - Anggota Panwaslu Pusat Didik Supriyanto menilai, memang iklan KPU tentang "Tata Cara Mencoblos yang Benar" di koran-koran bisa ditafsirkan KPU memberikan preferensi pada capres tertentu.Namun, jika capres lainnya tidak merasa dirugikan dan tidak komplain, maka iklan itu tidak masalah. "Yang paling penting peserta pilpres komplain tidak? Jika tidak, ya iklan itu tidak masalah. Jika komplain, ya silakan minta KPU meluruskannya," kata Didik pada dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (21/6/2004).Seperti diberitakan sebelumnya, untuk coblosan suara sah, KPU menampilkan empat gambar pasangan capres-cawapres pria dan wanita. Padahal calon dengan variasi itu hanyalah Mega-Hasyim. Sedangkan suara tidak sah digambarkan pasangan pria-pria. Padahal pria-pria dalam pilpres mendominasi, ada empat pasang.Didik mengaku heran mengapa KPU memasang iklan yang menunjukkan jenis kelamin tertentu. Dalam beberapa iklan sebelumnya, KPU hanya memasang kepala bulat dan badan kotak sebagai personafikasi capres. Dengan gambar sederhana itu, tidak terlihat jenis kelamin calon tersebut, apakah pria atau wanita."Mungkin iklan KPU itu dimaksudkan persetaraan gender. Tapi faktanya, pasangan pria-wanita hanya satu dari lima peserta. Dan memang bisa saja itu melahirkan penafsiran macam-macam. Tapi itu semua kembali pada peserta pemilu, merasa dirugikan atau tidak," demikian Didik. (nrl/)


Berita Terkait