"Terutama pos-pos penjagaan Polri dan TNI di daerah-daerah terpencil, harus siaga. Potensi mendapat serangan sangat tinggi," ujar mantan KaBIN, AM Hendropriyono.
Kepada wartawan yang mencegatnya usai diskusi 'Refleksi Pidato Bung Karno 1 Juni' di Gedung Juang 45, Cikini, Jakarta, Senin (6/6/2011), dia menilai pos penjagaan Polri dan TNI di daerah terpencil paling berpotensi diserang kelompok teroris. Senjata api di pos tersebut terhitung mudah direbut sebab personel yang menjaganya relatif kecil kekuatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dia menggarisbawahi temuan Polri dalam kasus penembakan di Palu bahwa motif pelaku adalah untuk mendapatkan senjata api. Artinya sekarang ini kelompok teroris sedang giat membangun kekuatan dengan cara mencari senjata dan merampok uang.
"Bila mereka sudah punya uang dan senjata banyak, tinggal jalan (laksanakan aksi teror baru). Bila tidak cepat terbongkar oleh intelijen, kita akan menghadapi teror yang luar biasa," wanti Hendro.
(lh/nrl)











































