Pos TNI dan Polri di Daerah Terpencil Rawan Diserang Teroris

Pos TNI dan Polri di Daerah Terpencil Rawan Diserang Teroris

- detikNews
Senin, 06 Jun 2011 13:24 WIB
Jakarta - Pengungkapan kasus penembakan polisi di Kantor BCA Palu membongkar rencana aksi terorisme baru di Poso. Temuan yang menunjukkan kelompok teror sedang mengumpulkan senjata api, merupakan peringatan bagi Polri dan TNI untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Terutama pos-pos penjagaan Polri dan TNI di daerah-daerah terpencil, harus siaga. Potensi mendapat serangan sangat tinggi," ujar mantan KaBIN, AM Hendropriyono.

Kepada wartawan yang mencegatnya usai diskusi 'Refleksi Pidato Bung Karno 1 Juni' di Gedung Juang 45, Cikini, Jakarta, Senin (6/6/2011), dia menilai pos penjagaan Polri dan TNI di daerah terpencil paling berpotensi diserang kelompok teroris. Senjata api di pos tersebut terhitung mudah direbut sebab personel yang menjaganya relatif kecil kekuatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bila terlihat perorangan membawa senjata, itu harus disergap," tegas Hendro.

Sebelumnya dia menggarisbawahi temuan Polri dalam kasus penembakan di Palu bahwa motif pelaku adalah untuk mendapatkan senjata api. Artinya sekarang ini kelompok teroris sedang giat membangun kekuatan dengan cara mencari senjata dan merampok uang.

"Bila mereka sudah punya uang dan senjata banyak, tinggal jalan (laksanakan aksi teror baru). Bila tidak cepat terbongkar oleh intelijen, kita akan menghadapi teror yang luar biasa," wanti Hendro.

(lh/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads