Demikian kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat ditemui usai meresmikan Maritime Education and Training Improvement Project JICA (Japan International Corporation Agency) IT IP-507 di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2011).
"Pada prinsipnya, mestinya mereka memberi penjelasan kepada penumpang. Alasannya harus jelas dong, tidak boleh begitu saja," kata Freddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, penumpang Lion Air GT 095 rute Pekanbaru-Jakarta mengamuk karena diterlantarkan oleh pihak maskapai. Pesawat yang seharusnya berangkat pada pukul 18.15 WIB kemarin delay hingga pukul 23.30 WIB.
Beberapa dari 200 penumpang hampir saja membajak sebuah pesawat Lion Air yang parkir di bandara Pekanbaru. Akhirnya, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi, mereka diterbangkan ke Jakarta.
"Terpaksa kita ribut sampai ada kita mau nyandera pesawat karena manajemen yang nggak kasih kejelasan. Ada pesawat lagi parkir. Nah, kita paksa mereka untuk menerbangkan kita. Akhirnya jam 02.30 WIB terbang," ungkap salah satu penumpang, Solihin.
Pihak Lion Air telah meminta maaf atas insiden yang membuat pelanggannya kecewa ini.
"Soal penelantaran, ini tidak 100 persen penelantaran. Kami tidak bermaksud untuk menelantarkan. Karena kami sibuk berkoordinasi maka teman-teman di lapangan tidak langsung memberikan kepastian penerbangan. Kami sangat maklum dan minta maaf pada penumpang," ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait.
(irw/fay)










































