Menhub: Lion Air Harus Beri Penjelasan kepada Penumpang

Menhub: Lion Air Harus Beri Penjelasan kepada Penumpang

- detikNews
Senin, 06 Jun 2011 12:44 WIB
Jakarta - Insiden penelantaran penumpang Lion Air di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, tidak seharusnya terjadi. Lion Air harus memberikan alasan kepada penumpang mengapa keterlambatan pesawatnya bisa terjadi.

Demikian kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat ditemui usai meresmikan Maritime Education and Training Improvement Project JICA (Japan International Corporation Agency) IT IP-507 di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2011).

"Pada prinsipnya, mestinya mereka memberi penjelasan kepada penumpang. Alasannya harus jelas dong, tidak boleh begitu saja," kata Freddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Freddy mengaku belum mendapat laporan lengkap mengenai insiden yang terjadi pada Minggu (5/6), kemarin itu. "Kalau dibajak itu bahaya, lho. Tapi saya belum dapat laporannya. Nanti kita cek, ya," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penumpang Lion Air GT 095 rute Pekanbaru-Jakarta mengamuk karena diterlantarkan oleh pihak maskapai. Pesawat yang seharusnya berangkat pada pukul 18.15 WIB kemarin delay hingga pukul 23.30 WIB.

Beberapa dari 200 penumpang hampir saja membajak sebuah pesawat Lion Air yang parkir di bandara Pekanbaru. Akhirnya, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi, mereka diterbangkan ke Jakarta.

"Terpaksa kita ribut sampai ada kita mau nyandera pesawat karena manajemen yang nggak kasih kejelasan. Ada pesawat lagi parkir. Nah, kita paksa mereka untuk menerbangkan kita. Akhirnya jam 02.30 WIB terbang," ungkap salah satu penumpang, Solihin.

Pihak Lion Air telah meminta maaf atas insiden yang membuat pelanggannya kecewa ini.

"Soal penelantaran, ini tidak 100 persen penelantaran. Kami tidak bermaksud untuk menelantarkan. Karena kami sibuk berkoordinasi maka teman-teman di lapangan tidak langsung memberikan kepastian penerbangan. Kami sangat maklum dan minta maaf pada penumpang," ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait.

(irw/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini