Istana Minta Polisi Usut Motif Kiriman Peti Mati

Istana Minta Polisi Usut Motif Kiriman Peti Mati

- detikNews
Senin, 06 Jun 2011 12:16 WIB
Istana Minta Polisi Usut Motif Kiriman Peti Mati
Jakarta - Sejumlah orang mengaku tidak suka mendapat kiriman peti mati meski itu hanya sebuah strategi pemasaran. Mereka mengira paket itu merupakan sebuah teror.

Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Julian A Pasha, juga meminta pengiriman peti mati itu ditindaklanjuti. "Kita lihat hasil penyelidikan polisi atau pihak yang berwajib," kata Julian.

Hal itu disampikan Julian di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Julian mengatakan penyelidikan itu dilakukan untuk mengetahui persis sebenarnya apa maksud pengiriman peti mati itu. Dengan begitu semua pihak yang menerima akan mengetahui apa motif si pengirim.

"Persisnya seperti apa, motifnya apa. Biar jelas. Tapi saya dengar itu untuk advertising?" tanya Julian. Menurut Julian, Presiden SBY belum mendengar adanya kiriman peti mati ke hampir seluruh media itu.

"Belum dengar, saya belum bertemu dengan Pak Presiden," kata Julian.

Seperti diberitakan, hampir seluruh media massa nasional mendapatkan kiriman peti mati. Selain kantor media massa, sejumlah pekerja di banyak perusahaan juga mendapatkan paket yang membuat heboh itu.

detikcom telah berhasil mengungkap "misteri peti mati" itu. Pelakunya adalah pakar marketing Sumardy Ma, seorang marketer dengan metode 'word of mouth' alias dari mulut ke mulut. Sumardy melakukan itu dalam rangka peluncuran bukunya.

(ken/nrl)


Berita Terkait