"Saya akui ada banyak kejadian delayed seperti Pekanbaru, Ujung Pandang, Denpasar dan Padang. Ini terjadi pada pesawat yang terbang di atas pukul 17.00 WIB. Penyebabnya ketidaksinkronan pengaturan sistem kru," ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat dihubungi detikcom, Senin (6/6/2011).
Kini pihak Lion Air masih menginvestigasi lebih lanjut atas tertundanya pesawat mereka dan keluhan-keluhan penumpang. Edward juga berkoordinasi dengan petugas yang mengendalikan software pengaturan kru. Akibat software bermasalah, jadwal kru menjadi kacau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah pakai sistem ini sejak Februari. Mungkin karena load-nya berat, jadi ada masalah. Tapi kita akan pelajari dulu," tambah Edward.
Dia berharap, setelah ini tidak akan ada lagi kasus serupa. Sebab Lion Air tidak ingin mengecewakan penumpang yang telah memilih maskapai mereka untuk terbang.
Pagi ini, menurut Edward, masih terjadi masalah. Namun pihak Lion Air berjanji berupaya sekuat tenaga agar peristiwa itu tidak terjadi lagi.
"Tadi pagi ada keterlambatan 1-1,5 jam untuk pesawat dari dan ke Pontianak, Pekanbaru, dan Surabaya.Tapi sudah kita selesaikan," ucap Edward.
Terkait hal ini, Kementerian Perhubungan pun telah menanyai Lion Air untuk mengetahui apa yang tengah terjadi. "Kemenhub dan kami selalu koordinasi," imbuhnya.
Sebelumnya, calon penumpang GT 095 rute Pekanbaru-Jakarta juga mengaku ditelantarkan pada Minggu (5/6). Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 18.15 WIB, namun hingga 23.30 WIB tak kunjung terbang. Penumpang pun mengamuk dan hampir 'membajak' pesawat. Akhirnya para calon penumpang diterbangkan pukul 02.30 WIB.
Penumpang Lion Air tujuan Jakarta-Palu juga merasa berang. Menurut salah satu penumpang, Sam Purnama, seharusnya pesawat berangkat pada Minggu (5/6) pukul 17.00 WIB. Namun hingga pukul 22.00 WIB tak ada kepastian.
Akhirnya, para penumpang protes. Dua pilot pesawat dan empat kru yang melintas di bandara mereka 'sandera' pada Minggu malam. Drama 'penyanderaan' berakhir pada pukul 02.00 WIB. Para penumpang menuju Palu pun kini diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air.
(vit/fay)











































