Insiden ini terjadi di Bandara Sultan Syarif Qasim II, Pekanbaru, Minggu (5/6/2011) malam. Salah seorang penumpang, Solihin, menceritakan peristiwa ini lewat fasilitas Info Anda detikcom.
"Aturan pesawat GT 095 itu schedulnya 18.15 WIB kemarin. Tapi delay sampai 23.30 WIB. Ini yang bener gimana, kita sampai turun manajemen Lion Air dan ngamuk-ngamuk," kata Solihin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, emosi pun memuncak. Korbannya, sebuah pesawat Lion Air yang sedang terparkir pun nyaris dibajak. Salah seorang manajer Lion Air di lokasi kemudian memberikan solusi bahwa penumpang bisa berangkat sekitar pukul 02.30 WIB.
"Terpaksa kita ribut sampai ada kita mau nyandera pesawat karena manajemen yang nggak ngasih kejelasan. Ada pesawat lagi parkir. Nah, kita paksa mereka untuk menerbangkan kita. Akhirnya jam 02.30 WIB terbang," ceritanya.
Pukul 04.00 WIB, Solihin dan ratusan penumpang lainnya tiba di bandara Soekarno-Hatta. Sesuai dengan tuntutan, mereka meminta agar Lion Air mengantar semua penumpang ke tujuan masing-masing.
"Tapi tetap kita kecewa, masa harus bajak pesawat dulu baru bisa berangkat," tambah Solihin.
Penyanderaan Pilot Lion Air Berakhir
Masih tentang Lion Air. Drama penyanderaan pilot yang semalam terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sudah berakhir dinihari tadi. Para penumpang melepas pilot dan kru pesawat setelah mendapat kepastian penginapan.
"Kita diantar ke hotel Aston. Semua dilepaskan sekitar jam 02.00 WIB," kata Sam Purnama, salah seorang penumpang tujuan Palu.
Sementara para penumpang menuju Palu kini diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Kekecewaan masih terlontar dari mulut penumpang.
"Perlu ada perbaikan di Lion Air," tutur Sam.
(mad/asp)











































