"Mereka merupakan anggota dari Jamaah Anshorut Tauhid sebelum Abu Tholut. Mereka bagian kelompok jaringan JAT sempat dilatih Abu tholut sebelum berangkat ke Aceh. Mereka telah melakukan persiapan ini dan melakukan tindakan teror di Poso," ujar Kabid Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (5/6/2011).
Boy menambahkan, mereka terindikasi anggota JAT yang terlatih dan merencanakan kegiatannya di wilayah Poso. Otak kegiatan itu ditengarai berinisial S yang berasal dari Palu. Polisi kini masih memburu S bersama 2 orang lainnya yang ikut merencanakan penembakan. Kedua orang lainnya adalah B alias O dan NM alias PE.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua tersangka penembakan polisi yang tewas ditembak adalah Dayat alias Faruk yang menjadi eksekutor dengan laras panjang jenis IS dan Fauzan alias Carles yang berperan sebagai pengendara sepeda motor, menyiapkan tempat pelaku dan mengatur strategi pada H-1.
Sedangkan dua tersangka pelaku lainnya adalah Aryanto Haluta alias Jafar yang berperan sebagai eksekutor korban dan ikut survei dan Rafli alias Furkon yang berperan sebagai pengendara sepeda motor dan ikut dalam survei bersama tersangka lain. Mereka berdua ditangkap di Donggala.
"Dua pelaku dijerat dengan tindak pidana teroris, pasal 7, 12, 13, 14 karena ada unsur keterlibat UU No 15 Tahun 2003," imbuh Boy.
Boy mengimbau kepada orang-orang yang masih DPO untuk segera menyerahkan diri kepada petugas setempat. Aparat pun akan terus berupaya menyelidiki peristiwa tersebut.
"Masyarakat Poso hendaknya tidak terprovokasi oleh upaya-upaya yang menginginkan konflik di antara masyarakat dan kegiatan yang bersifat teror. Berikan kesempatan untuk dilakukan penegakan hukum," imbuh Boy.
Pada Rabu (25/5) pukul 11.20 Wita, tiga polisi yang berjaga di depan BCA Palu, Jl Emy Saelan, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, diberondong peluru oleh 4 pelaku.
Dua polisi di antaranya Bripda Irbar dan Bripda Januar Yudhistira tewas seketika. Sedangkan seorang lainnya dirawat di rumah sakit. Malamnya, pukul 19.00 Wita, dua dari 4 pelaku ditangkap di di wilayah Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
(vit/nrl)










































