Meski Warganya Diculik, Korsel Tetap Kirim Pasukan ke Irak

Meski Warganya Diculik, Korsel Tetap Kirim Pasukan ke Irak

- detikNews
Senin, 21 Jun 2004 13:05 WIB
Jakarta - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan terus melanjutkan rencananya mengirimkan 3.000 pasukan untuk membantu membangun kembali Irak. Korsel tidak akan goyah meski adanya ancaman dari kelompok gerilya Irak untuk memenggal kepala seorang sandera asal Korsel.Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Korsel seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (21/6/2004).Pemerintah negeri Ginseng itu kini tengah mengupayakan pembebasan seorang warganya, Kim Sun-il yang diculik di Irak. Dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Korsel Choi Young-jin, penculikan tersebut tidak akan mengubah keputusan pemerintah untuk mengirimkan pasukan Korsel ke Irak."Saya katakan pada Anda bahwa tidak akan ada perubahan dalam semangat dan posisi mendasar pemerintah -- rencana kami mengirimkan pasukan ke Irak untuk mendukung rekonstruksi Irak," tegas Choi pada wartawan setempat.Choi memimpin satu gugus tugas khusus untuk menangani krisis penyanderaan ini. Kementerian Luar Negeri Korsel juga telah meminta bantuan kepada para Duta Besar Arab.Dijelaskan Choi, Kim telah diculik di kota Falluja pada 17 Juni lalu. Atau sehari setelah pemerintah Korsel mengumumkan di daerah mana pasukan Korsel akan ditempatkan di Irak. Kelompok penculik Kim menuntut pemerintah Korsel untuk mencabut keputusan soal pengiriman pasukan ke Irak. Jika tuntutan tidak dipenuhi dalam waktu 24 jam sejak Minggu (20/6/2004) malam waktu setempat, mereka mengancam akan membunuh Kim."Ini sangat malang dan disesalkan," ujar Presiden Korsel Roh Moo-hyun dalam statemen yang dirilis istana kepresidenan Blue House. "Saya minta Kementerian Luar Negeri dan badan-badan terkait lainnya untuk mengerahkan segala upaya mereka guna menyelamatkan dia (Kim) dan menangani isu ini dengan kehati-hatian penuh dan kecermatan karena rakyat Korea sangat prihatin dengan insiden ini," papar Roh. (ita/)


Berita Terkait