Golkar Usul Pancasila Masuk Kurikulum Wajib SD Hingga PT

Golkar Usul Pancasila Masuk Kurikulum Wajib SD Hingga PT

- detikNews
Minggu, 05 Jun 2011 10:25 WIB
Golkar Usul Pancasila Masuk Kurikulum Wajib SD Hingga PT
Jakarta - Dalam pelaksanaannya, Pancasila terkesan terpinggirkan dan banyak orang yang melupakannya. Karena itu, Partai Golkar mengusulkan agar Pancasila masuk dalam kurikulum wajib Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT).

"PG dan FPG perintahkan pemerintah untuk mengusulkan Pancasila tetap masuk kurikulum pendidikan dari SD, SMP, hingga Perguruan Tinggi. Kurikulum wajib yang harus diikuti oleh semua anak didik," ujar Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Hal itu disampaikan dia usai memberikan pidato Hari Lahir Pancasila di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (5/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aburizal mengatakan, dalam kehidupan masyarakat, kelihatannya Pancasila mulai dilupakan. Khususnya anak-anak muda, banyak yang tidak mengerti nilai-nilai Pancasila dan bagaimana mengimplementasikannya.

"Karena itu dengan pendidikan seperti ini kita gerakkan kembali ke daerah sehingga mereka mengerti," kata pria yang akrab dengan sapaan Ical ini.

"Kita harapkan pengertian anak muda pada Pancasila, karena sekarang tanpa pengaruh globalisasi dari suatu budaya, akibatnya melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia," terangnya.

Soal Pancasila dan politisi, menurut Ical, banyak politisi yang telah melaksanakan Pancasila. Dia meminta untuk tidak mengeneralisasi politisi yang tidak melaksanakan Pancasila.

Ical menjelaskan, pada hari ini dirinya melepas kader-kader Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang tergabung dalam kegiatan Siaga Karya. Mereka adalah kader AMPG dari seluruh provinsi yang ikut serta dalam jambore.

"Mereka melaksanakan gerak jalan atau long march dari Senayan ke HI. Ini merupakan bagian dari jambore nasional bagi AMPG dari Partai Golkar. Selama 2 minggu mereka dididik agar betul-betul melakukan kegiatan bela negara, mempertahankan 4 pilar yang harus dimengerti anak-anak muda Indonesia," jelas Ical.

Kegiatan ini dilakukan agar generasi muda memahami bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki banyak suku bangsa dan ada perbedaan agama. Namun dengan oerbedaan-perbesaan itu, justru masyarakat Indoensia harus bersatu dan mempertahankan NKRI.

"Tadi malam dalam inagurasi AMPG saya menyampaikan satu janji dari mereka semua. Yang pertama agar mereka dapat membela, berbaur dengan rakyat dan menjadikan kesejahteraan rakyat. Kedua agar mereka mempertahakan NKRI, ketiga mereka kita minta untuk memperjuangkan panji-panji Partai Golkar," sambung Ical.

Kegiatan ini diikuti sekitar 3.000 orang, termasuk kader AMPG. Penutupan jambore akan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB di Cibubur.

"Insya Allah apa yang disampaikan dibawa ke daerah masing-masing dan meyakinkan pemuda-pemudi kita dan kita ingatkan pada mereka akan adanya 4 pilar negara yang harus kita pertahankan," ucapnya.

(vit/gun)


Berita Terkait