"Jangan heran kalau ada kepala daerah yang diusung adalah kerabat bahkan istri dari kepala daerah periode sebelumnya. Mereka sengaja diusung untuk menjaga kasus korupsi periode sebelumnya tidak terungkap," kata pengamat ekonomi Hendri Saparini.
Hal itu disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Indonesiaku Dibelenggu Koruptor', di RM warung Daun, Jl Wolter Mongonsidi, Jakarta, Sabtu (4/6/2011).
Hendri mengaku pernah menjadi panelis dalam fit dan proper test calon gubernur di sebuah daerah. Ia heran gubernur yang telah mejabat dua kali mencalonkan diri lagi menjadi wakil gubernur. Begitu pula yang dicalonkan adalah keluarga dari kepala daerah sebelumnya.
"Saya bingung mau fit dan proper test apa? Apa bedanya programnya dia yang dulu dengan sekarang?" tutur Hendri.
Menurutnya, beberapa kepala daerah menyusun dana pemilihan atau election budget yang diselewengkan dari kas APBD. Election budget itu digunakan kepala daerah untuk mencalonkan kembali dirinya di periode mendatang.
"Saya tidak pernah menjumpai kepala daerah yang mau hanya memimpin satu periode saja. Mereka pasti mencalonkan kembali karena mereka telah menyusun anggaran sedemikian rupa dari APBD untuk pemilihan selanjutnya," terangnya.
(feb/mok)











































