"Tangan kirinya yang putus kena golok pelaku," ujar seorang saksi mata, Slamet (39), kepada wartawan di Polsektro Matraman, Jumat (3/6/2011).
Slamet mengatakan, kejadian itu bermula ketika Ketua RW dan salah seorang pengurus RW mendatangi lokasi para pedagang yang biasa mangkal di Taman Bronbek, sekitar pukul 16.30 WIB.
Niat kedua orang itu adalah untuk melarang para pedagang berjualan di sekitar taman. "Pedagang menolak dan sempat adu fisik," ucap Slamet.
Dua pengurus RW itu pun angkat kaki karena kalah jumlah dengan pedagang yang berjumlah sekitar 20-an. Namun tak dinyana, salah seorang pengurus RW kembali ke area para pedagang dan membawa sebilah parang.
"Liat pengurus RW bawa parang, pedagang kabur. Urip tidak bisa lari dan kena bacok kepala, tengkuk leher, dan tangan kirinya putus ditebas," cerita Slamet.
Korban dilarikan ke RS St Carolus, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat. Sementara itu, di lokasi kejadian warga berkerumun menyaksikan sisa bentrok pedagang dan pengurus RW. Kaca gerobak dagangan Urip terlihat pecah.
(ahy/gun)











































