"Orangnya baik, suka menyapa. Kadang sering belanja di warung saya ini," ujar Bagarai, tetangga sebelah rumah Syarifudin di Jl Agung Tengah 5 Blok I/1, Sunter Agung, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Jumat (3/6/2011).
Senada dengan Bagarai, hal yang sama diungkap Supriyadi, satpam komplek perumahan tempat tinggal Syarifuddin. Supriyadi mengatakan Syarifuddin selalu membuka kaca mobilnya saat melewati pos penjagaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jarang Syarifudin memberikan uang rokok kepada para satpam penjaga kompleks ini.
"Lumayan mas, kalau lagi lebaran juga ngasih THR," ucap Supriyadi.
Karena sifat baik dan ramah itulah, tetangga merasa kaget dengan penangkapan Syarifudin kemarin malam. Warga tak menyangka orang sebaik itu bisa terjerat kasus korupsi.
Kini Rumah Syarifudin kosong. Selama di Jakarta ia hanya tinggal sendirian. Menurut tetangga, keluarga Syarifudin tinggal di Makassar. Tiap dua pekan sekali, Syarifudin pulang kampung.
Di depan rumah Syarifudin yang kosong itu, terparkir sebuah mobil Kijang Inova hitam yang biasa ia gunakan. Sebuah sepeda motor jenis Yamaha Jupiter Z milik sopirnya terparkir di teras.
Syarifudin juga penyayang binatang. Di rumahnya itu nampak burung perkutut dan ayam bangkok kesayangan yang ia pelihara dalam kandang. Syarifuddin juga memelihara ikan di kolam kecil depan rumahnya.
(adi/gun)











































