UGM Perluas Kerjasama Internasional

UGM Perluas Kerjasama Internasional

- detikNews
Jumat, 03 Jun 2011 16:24 WIB
Jakarta - Visi UGM sebagai kampus rakyat yang mengglobal semakin dipertajam. Dalam beberapa minggu ini, Rektor UGM Soedjarwadi dan rombongan berkunjung ke beberapa universitas di Eropa seperti universitas di Paris, Wina, Roma dan Linz.

Di Perancis, Soedjarwadi berkunjung di 4 simpul utama universitas di Perancis, di antaranya di Sorbonne Paris-City, Lyon, Toulouse, dan Montpellier. Di Austria Soedjarwadi berkunjung ke TU-Vienna dan Johannes Kepler University (JKU) Linz tanggal 1 Juni lalu. JKU menawarkan beberapa program master dan peluang beasiswa yang bisa diambil oleh mahasiswa Indonesia dan UGM pada khususnya, terutama untuk bidang informatika, bio teknologi, farmasi, dan pertanian. Selain itu JKU juga sangat tertarik untuk mengembangkan program kolaborasi riset atas jamu dan obat obatan tradisional Indonesia.

Selain dengan JKU, Rektor UGM juga menjajaki kemungkinan kerjasama dengan New York University dan Bentley University dalam skema simulasi bisnis virtual (ViBu). Melalui ViBu, mahasiswa UGM bisa duduk bersama dengan mahasiswa dari New York, Boston, Melbourne, Helsinki untuk mengikuti kuliah virtual serta mengerjakan tugas atau proyek yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemajuan teknologi informasi dan globalisasi membuka peluang kreatifitas baru dalam dunia pengajaran. Dr Djoko Luknanto yang ikut mendampingi rektor juga menambahkan saat ini UGM mengembangkan eLisa-STAR, platform e-learning yang melengkapi metode pengajaran konvensional tatap muka di kelas.

Menurut Soedjarwadi, dunia yang semakin menyatu tanpa batas, persoalan dunia pun semakin kompleks dan dinamis. UGM yakin, banyaknya pertukaran pelajar yang dihasilkan dari kerjasama UGM dengan universitas luar negeri, akan menciptakan manusia-manusia Indonesia yang lebih global dan tidak canggung ketika bergaul dengan komunitas internasional.

UGM juga menargetkan setiap tahunnya bisa mengundang setidaknya 2000 mahasiswa dari 100 negara untuk datang ke UGM dalam program pertukaran mahasiswa. UGM ingin memfasilitasi forum untuk mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai negara, pada saatnya mereka menjadi pemimpin di negara masing masing, mereka dapat saling terhubung untuk mencari solusi permasalahan global.

Setelah dari Eropa, dalam waktu dekat ini Rektor UGM juga akan berkunjung ke Jepang untuk bertemu dengan konsorsium 15 universitas di Negeri Matahari Terbit itu.

(sal/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads