Dugaan muncul, posisi Nazaruddin sebagai bendahara partai terbesar saat ini, tentu memegang sumber daya yang besar terkait uang partai. Wajar saja banyak pihak bertanya-tanya terkait adanya uang PD yang dibawa Nazaruddin ke Singapura. Karena Nazaruddin bertolak ke Singapura sore hari Senin (23/5) sebelum Dewan Kehormatan PD mencopot Nazaruddin dari posisi bendahara umum. Tidak heran kalau isu menyebutkan, niatan PD mengirim tim salah satunya guna menanyakan uang partai.
Namun rumors tak sedap terkait uang partai ini dibantah anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok, yang juga masuk dalam jajaran tim sukses Caketum PD Anas Urbaningrum bersama Nazaruddin dalam Kongres PD di Bandung lalu. Mubarok menegaskan, sama sekali tidak uang partai yang dibawa Nazaruddin ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarok menuturkan, ketika Nazaruddin dicopot dari bendahara umum PD, saat itu juga Nazaruddin kehilangan akses ke keuangan PD. Karena keuangan PD dipegang lebih dari satu orang.
"Nggak bisa lah, uang nggak boleh dijaga satu orang, minimal dua orang," tutur Mubarok.
Sementara ini, menurut Mubarok, masih ada penanggungjawab keuangan partai lainnya. Antara lain Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.
"Ada bendahara, ada Ketua Umum, ada yang lain lagi penanggungjawabnya," jelasnya.
Ia mengaku tak banyak uang yang dimiliki PD saat ini. "Nggak ada uang partai, kalau Rp 700 miliar nggak ada lah, banyak banget itu," tandasnya.
(van/ndr)











































