Mapolsek Uluere di Bantaeng Dirusak Warga

Mapolsek Uluere di Bantaeng Dirusak Warga

- detikNews
Jumat, 03 Jun 2011 12:41 WIB
Jakarta - Markas Polsek Uluere, di desa Bontomarannu, Kecamatan Uluere di kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dirusak oleh ratusan warga dari tiga desa, pada Kamis (2/6) malam. Saat diserang, Mapolsek yang terletak di kaki Gunung Bawakaraeng atau sekitar 30 kilometer dari Kota Kabupaten Bantaeng, sudah ditinggalkan oleh para personelnya.

Bangunan Mapolsek yang terbuat dari material kayu dirobohkan dan arsip-arsip kantor Mapolsek ikut dibakar oleh warga. Warga emosi karena anggota keluarga mereka tewas tertembak oleh anggota Polsek Uluere dan Polsek Kelara, saat mengejar DPO Curanmor dan Pencurian Ternak di Rumbia, Jeneponto.

Dalam penggerebekan di sebuah pesta perkawinan di rumah warga Rumbia, selain menewaskan Talla (43 tahun), peluru petugas kepolisian melukai empat warga lainnya. Jenazah Talla saat ini dibawa ke RS Bhayangkara, Makassar untuk diotopsi, sedangkan dua korban luka tembak dirawat di Puskesmas Rumbia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Komandan Kodim 1410 Bantaeng, Letnan Kolonel (Infanteri) Mahanum, yang ditemui wartawan di kantornya, anggotanya turun ke lokasi untuk menenangkan warga Uluere yang dendam karena anggota keluarganya tertembak. "Data yang dihimpun di TKP, penyerangan ini dilatar belakangi tewasnya warga Bontomarannu, yang bernama Talla, yang tertembak di bagian belakang kepala korban," ujar Mahanum.

Sementara menurut Kapolres Jeneponto, AKBP Ruslan Aspan, yang dihubungi detikcom, jumat (3/6/2011), penggerebekan ini dilakukan oleh anggotanya yang berjumlah 9 orang, untuk menangkap 5 orang DPO curanmor dan curi ternak, di sebuah rumah yang dijadikan tempat judi oleh sekitar 40 orang, di Desa Rumbia, Kecamatan Kelara, Jeneponto.

Korban tewas, lanjut Ruslan, dipastikan bukan dari 5 DPO yang ditarget anggotanya. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan kenapa korban bisa tertembak, sebab pengakuan anggota kami mereka hanya melakukan tembakan peringatan sebanyak dua kali untuk membubarkan massa," kata Ruslan.

(mna/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads