Diperkirakan Islam memasuki Xi’an pada 742 M, atau beberapa ratus tahun sejak Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam. Penyebaran Islam yang cepat ini karena Jalur Sutera menyedot pedagang dan diplomat dari Afghanistan, Persia dan pedagang dari Timur Tengah.
“Jalan ini memiliki sejarah yang sangat panjang dan berarti bagi Cina,” kata Han, (45), guide wisata yang membawa detikcom keliling kawasan muslim yang telah berusia ratusan tahun ini, Senin (31/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Semua makanan di sini khalal,” tambah Han.
Adapun bangunan di kedua sisi jalan merupakan bangunan perpaduan Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911). Bangunan itu kini berubah fungsi menjadi restoran dan toko cinderemata. Sedangkan perumahan berada di dalam gang. Sedangkan masjid besar berada di ujung jalan, yang mampu menampung ratusan jemaah.
Saat ini, sebagian besar penduduk Muslim Street adalah keturunan dari para imigran. Semua Muslim di jalan tersebut adalah pengikut Islam yang saleh dan taat beragama Islam.
Di ujung Moslem Street, terdapat Drum Tower, semacam museum alat musik pukul yang berada di seluruh Cina. Bangunan seperti kuil besar terdiri dari 3 lantai ini juga menyimpan berbagai perabot kuno raja-raja Cina. Dari puncak tower ini, pengunjung bisa melihat pusat kota Xi’an yang ditandai dengan Bundaran Bell Tower.
“Sebagai kawasan muslim, sapalah penjual cinderamata dengan Assalamualaikum, mereka akan sangat senang,” tutur Han dengan bahasa Inggris terbata-bata.
(asp/ape)











































