"Iya memang terjadi penurunan jumlah pengunjung hingga mencapai 70 persen dalam beberapa hari ini. Ini disebabkan informasi gas beracun di Kawah Timbang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Banjarnegara, Suyatno kepada wartawan Kamis (2/06/2011).
Ancaman gas beracun karbon dioksida (CO2) muncul seiring dengan meningkatnya aktivitas di Gunung Api Dieng. Berita yang beredar menyebutkan, gas beracun itu dikhawatirkan muncul, tak hanya dari Kawah Timbang, tapi juga dari tanah permukiman warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika biasanya, jumlah wisatawan ke objek itu mencapai lebih dari 1.500 orang setiap harinya, kini, hampir tidak ada kunjungan wisatawan.
Oleh karena itu Dinas Pariwisata dan budaya Kabupaten Banjarnegara terus mensosialisasikan bahwa objek wisata Dieng masih aman untuk dikunjungi.
Suyatno juga menambahkan, hal tersebut juga diperkuat oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Metigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, dalam pernyataan kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara (1/6) jika semua objek wisata di Dieng aman.
"Iya kemarin saya dapat pernyataan langsung dari Pak Surono jika semua objek wisata aman dan gas beracun dari Kawah Timbang tidak mempengaruhi tempat wisata karena jaraknya cukup jauh," jelasnya.
Pernyataan kepala PVMBG tersebut merupakan bukti kuat jika semua objek wisata aman karena jaraknya yang jauh yaitu mencapai sekitar 15 Kilometer dari Kawah Timbang.
(ape/ape)











































