"Terjadi gempa vulkanik, kekuatannya di bawah 1 SR," kata Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, kepada detikcom, Rabu (1/5/2011).
Menurut Surono, pihaknya saat ini terus memantau kondisi di lokasi. Konsentrasi kadar CO2 kini terus naik, namun belum diketahui luas daerah yang terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Senin (31/5/2011), yang lalu, jumlah pengungi akibat semburan gas tersebut mencapai mencapai 1.179 orang. Mereka terbagi ke dalam 17 lokasi di Kecamatan Batur, Wanayasa, Pejawaran, dan Karangkobar.
Sebelumnya, Surono juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan media ayam ataupun kelinci untuk mendeteksi adanya gas. Gas dapat keluar tidak hanya dari kawah, melainkan bisa keluar melalui rekahan tanah yang berada di sekitar kawah.
Hal ini disebabkan gas bisa mengambang hingga 1-2 meter di atas permukaan tanah. Selain itu, bisa saja gas yang tak terlihat dan tidak berbau itu tidak tercium oleh manusia.
Konsentrasi gas saat ini menunjukan pada angka 0,65 persen volume. Padahal, saat dinaikan menjadi waspada konsentrasinya mencapai 0,1 persen volume. Karena batas aman konsentrasi CO2 adalah di bawah 0,5 persen volume.
(irw/adi)











































