Wawancara Andi Mallarangeng di Malang Berakhir Ricuh

Wawancara Andi Mallarangeng di Malang Berakhir Ricuh

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2011 03:21 WIB
Wawancara Andi Mallarangeng di Malang Berakhir Ricuh
Malang - Wawancara antara awak media dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (1/6/2011), malam, berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi di saat belasan jurnalis dari media elektronik dan cetak memburu sang menteri untuk menanyakan terkait pemeriksaannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pagar betis yang dibuat aparat kepolisian serta panitia Jambore Pemuda Indonesia (JPI) memicu keributan.

Bagus Setiawan, wartawan JTV, yang berada dalam kerumunan mengaku mendadak ditarik petugas. "Bagian tubuh saya ada yang menarik dari samping dan itu dilakukan oleh petugas. Padahal Pak Menteri masih mau diwawancarai," ungkap Bagus kesal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tindakan petugas itu memicu wartawan lain untuk membela diri. Adu mulut hingga aksi dorong antara wartawan dan petugas pun terjadi, hingga sang menteri dievakuasi ke dalam mobil Toyota Alphard berpelat RI 45. Mobil warna hitam itu berhasil meninggalkan lokasi.

Meski begitu, cek-cok antar jurnalis dan petugas terus berlanjut. Saling umpat pun terjadi. Kejadian itu disaksikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Malang Rendra Kresna serta beberapa pejabat lain dari jarak beberapa meter saja.

Suasana mulai reda saat Kapolsek Kepanjen Kompol Suyoto mencoba meredam emosi kedua belah pihak. Kehadirannya di tengah kerumunan sempat memancing emosi awak media, karena dianggap kasar. Beberapa menit kemudian, awak media membubarkan diri.

Sikap aparat kepolisian bersama panitia disesalkan seluruh awak media. Mereka dinilai telah menghalangi kerja jurnalistik. "Sejak awal kedatangan Pak menteri, pagar betis dibuat oleh panitia dan petugas dari Sabhara Polres Malang. Ada indikasi kita tidak diberi kesempatan untuk wawancara. Kami sesalkan itu," ujar kontributor Metro TV, Fajar Agastya.

Menurutnya, wartawan telah melakukan kerja jurnalistik dengan baik dengan menunggu seluruh kegiatan rampung dilalui Menpora. Sayang, upaya penghalangan terus dilakukan petugas agar wartawan tak bisa meminta wawancara dengan sang menteri.

"Kita lakukan kerja jurnalistik. Mengapa diperlakukan seperti itu?" ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Tutus Sugiarto, kontributor RCTI. Ia menilai ada kesengajaan dari aparat kepolisian memasang pagar betis mengelilingi setiap gerak Menpora. Tindakan ini sangat disesalkan karena mengganggu proses jurnalistik.

"Kami sangat menyesalkan, sikap petugas," tegasnya.

Memang sejak awal tiba hingga di atas podium undangan, Menpora mendapatkan pengamanan ekstra ketat dari aparat kepolisian. Prosedur itu terus dilakukan hingga masuk ke dalam kendaraan. Acara dibuka pukul 19.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB.
(gik/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads