Ramadhan Pohan Tak Perlu Lempar Isu 'A', Lapor Polisi Saja

Ramadhan Pohan Tak Perlu Lempar Isu 'A', Lapor Polisi Saja

- detikNews
Kamis, 02 Jun 2011 01:24 WIB
Ramadhan Pohan Tak Perlu Lempar Isu A, Lapor Polisi Saja
Jakarta - Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyebut seorang tokoh berinisial 'A' yang berniat menghancurkan Partai Demokrat. Langkah Ramadhan Pohan ini dinilai tidak perlu, mestinya ia langsung lapor polisi saja.

"Buat apa menuduh seperti itu. Itu fitnah. Kita harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kalau ada dugaan, laporkan saja ke polisi langsung, enggak usah main lempar isu," ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Iberahamsjah, kepada detikcom, Rabu (1/6/2011).

Menurut Iberahamsjah, tudingan yang dilemparkan Ramadhan Pohan itu terlalu berbahaya. Apa yang disebut Ramadhan mengenai Mr 'A' bisa merugikan orang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu pembunuhan karakter terhadap tokoh berinisial 'A'. Di Indonesia itu, kan, banyak tokoh berinisial 'A'. Jadi sebernarnya itu tidak bijaksana dan tidak etis," katanya.

Iberahamsjah pun heran dengan pernyataan berbagai politisi Partai Demokrat yang menyebut ada pesaing yang memainkan isu Nazaruddin untuk merongrong partai berlambang bintang Mercy itu. Ia justru melihat, kisruh PD disebabkan dari internal partai itu sendiri.

"Saya rasa pesaing Partai Demokrat itu sibuk mengurus diri sendiri. Kerajinan amat urusin Demokrat, buat apa ikut-ikut. Demokrat tidak usah mencari kambing hitam, biasa sajalah," tandasnya.

Sebelumnya, Ramadhan Pohan menyebut ada kekuatan politik yang ingin menghancurkan PD. "Kami sudah tahu dia berinisial A. Dia membujuk kader kita supaya mau merusak Partai Demokrat dari dalam. Tapi kader kami ini kokoh pendiriannya, jadi tidak berhasil dia. Tapi paling tidak kami sudah tahu siapa dia," kata Ramadhan Pohan di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

Saat didesak siapa identitas asli A, Ramadhan Pohan tidak mau menyebutkan. "Saya tidak bisa sebutkan, tapi dia tokoh lama dalam dunia perpolitikan. Tapi baru kali ini dia berbuat seperti ini, dia tidak pernah menjelekkan SBY atau atau PD, tapi ternyata di belakang dia seperti itu," terang anggota Komisi I DPR itu.

(adi/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads