"Ini kita bisa saja karena Golkar dianggap tidak sungguh-sungguh. Bisa juga karena tidak konsisten atas sikap Golkar pada kasus Bank Century. Awalnya keras, tapi kelanjutannya tidak kelihatan. Mungkin karena Golkar terlalu dekat dengan pemerintah jadi tidak bisa kritis," kata Akbar.
Hal itu disampaikan usai peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, harus dilihat lagi kapan saat yang tepat untuk mengevaluasi partai. Lalu apakah karena Golkar bergabung dengan Setgab lalu minat masyarakat turun?
"Belum bisa mengatakan setgab menurunkan (minat)," ujarnya sambil berlalu.
(feb/irw)










































