Gubernur Jateng Minta Warga Sadar Untuk Relokasi Diri

Semburan Gas di Gunung Dieng

Gubernur Jateng Minta Warga Sadar Untuk Relokasi Diri

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2011 18:19 WIB
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta warga di Dusun Sumbar, Desa Sambirejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah dapat segera merelokasi diri setelah semuanya aman. Bibit juga meminta warga untuk patuh pada setiap informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Dari peristiwa Kawah Sinila di Pegunungan Dieng pada tahun 1979 di daerah ini dulu sudah dilarang dan sudah pernah pindah desa karena ratusan warga yang meninggal akibat gas CO2. Tetapi karena suasana semakin nyaman, baik mereka kembali bermungkim di sini," Kata Bibit saat meninjau Posko Terpadu Penanganan Bencana Gunung Dieng yang berada di Kantor Kecamatan Batur, Jateng, Rabu (01/05/2011)

Dia juga meminta agar warga patuh terhadap apa yang diminta oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) agar tidak mendekat ke atau berada pada radius yang telah ditetapkan. Karena erupsi yang terjadi di gunung dieng berbeda dengan erupsi yang ada di Merapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini lain dengan peristiwa erupsi Gunung Merapi, jika merapi kelihatan wedus gembel dan laharnya. Tapi kalau di Gunung Dieng sama sekali tidak kelihatan dan hanya bisa diukur dengan alat Vulkanologi," jelasnya.

Menurut dia juga PVMBG memiliki alat yang dapat memantau gas CO2, kemana arahnya, bisa dideteksi dari pos pengamatan. Karena sifat gas CO2 ini yang sangat mematikan, tidak berwarna dan tidak berbau.

"Oleh karena itu saya meminta warga tetap waspada. Karena situasinya belum baik. Nanti jika sudah baik mulailah pindah," ungkapnya.

Selain meminta warga pindah jika situasi sudah aman, Bibit juga menjelaskan wilayah tersebut jika bisa kosongkan dan jangan digunakan untuk pemungkiman penduduk. Namun lebih baik untuk menanam sayur-sayuran untuk kepentingan pribadi.

(mpr/fay)


Berita Terkait